Sebentar, kuhabiskan dulu rokokku yang tinggal seperempat ini baru kita mulai mulai bercerita hal yang tidak begitu egois.
Pernahkah kamu berharap menjadi dewasa?
Apa dalam bayanganmu menjadi dewasa itu menyenangkan?
Jika pernah, baca dulu tulisan ini, lalu pikirkan lagi baik-baik.
Bukankah esensi menjadi dewasa adalah tidak dapat terang-terangan untuk terlihat cengeng, lemah dan kekanak-kanakan, ada juga yang bilang menjadi dewasa adalah tentang waktu, tak ada lagi waktu untuk membaca buku dan menonton film yang telah kamu beli.
Jika dewasa adalah tentang waktu, saya begitu naif, karena setiap 9 dari 24 jam sehari saya gunakan untuk bekerja, 7 jam saya gunakan untuk tidur, dan sisanya 8 jam saya gunakan untuk merasa kesepian.
Tidak pernahkah kalian merasa kesepian? jika tidak, berarti esensi dewasa yang saya sebutkan diatas adalah salah besar, ajarkan saya untuk menjadi seperti kalian.
Merasa kesepian begitu menyenangkan, menikmati tempat ramai dalam sepi, membenci manusia terlalu mudah, dan berteman hanya sekedar tuntutan menjadi manusia.
Orangtuaku membesarkan dengan penuh kasih sayang, mereka menangis saat ku bersedih, mereka berbahagia saat aku tersenyum, tak ada yang lebih bangga kepadaku selain mereka, didikan mereka tidak pernah salah, bahkan, jika aku membenci semua orang di dunia ini mereka tetap akan memelukku erat.
Kutarik kembali ucapanku, selain membenci manusia, bersamaan akupun membenci kesepian setiap 8 jam sehari.
ya, aku belum dewasa.
Gunung Pati, 28 July 2018




0 Bisikan:
Posting Komentar