Pada suatu tengah malam, seusai menikmati gravitasi diatas tubuhmu
Kita bercerita tentang coretan di dinding yang baru kita buat siangnya.
Coretan nama kita,
"Jangan tinggalkan aku, apalagi di bumi ini,"
katamu dengan kerongkongan kering.
tapi Tuhan adalah penguasa
atas semua air mata dan tawa di bumi ini. Kemudian dengan selera humornya
yang aneh, melerai cinta kita.
inilah air mata itu kekasih, kau pergi bermil-mil dari lukaku,
sementara aku harus tenggelam dan kembali beranjak dari seluruh kenanganku tentangmu.
"Jangan tinggalkan aku apalagi di dunia ini."
masih kukenang itu sebagai lirisme yang jauh.
juga Tuhan pencipta tragedi dan komedi.
Sedangkan sang waktu, kekasih.
kini sang waktu tengah menghangukan jasadku dan diam-diam hendak mengubahnya jadi tanah.
Suatu saat kelak, seusai lelaki lain menikmati gravitasi di
atas tubuhmu, maukah kau mengenang coretan dinding dikamarku yang belum sempat kau hapus.



Move on naaaaanggg... wkwkwkwk
BalasHapus