27 Agu 2014

Distance means nothing when someone means everything





Distance means nothing when someone means everything!!
Distance means nothing when someone means everything!!
Distance means nothing when someone means everything!!

Terus saja mengulang-ulang kalimat itu layaknya dzikir mulai dari bahasa inggris, indonesia, hingga china. berharap jarak benar tak berarti apa-apa saat seseorang berarti segalanya, berharap pada bayang kebahagiaan agar terus mengalir pada hati yang siap menjadi samudera nya.

Apa perhatianmu begitu mahal sehingga harus kubayar dengan jarak? Apa pelukmu tak ada duanya sehingga harus benar-benar kunikmati setiap detiknya pada saat pertemuan? Apa kedua matamu terlalu indah untuk terus kutatap seolah melihat cinta yang begitu besar saat kau balas menatapku? Selalu bertanya apa apa apa dan mengapa saat jarak kembali angkat bicara, dan selalu bertanya kapan, saat rindu mulai menyelimuti hati, berharap setiap inch ragamu ada disampingku, terus memelukku dan menemaniku melupakan sejenak penatnya hariku.

Masa lalu saja tak sejauh ini, masa lalu saja sudah cukup menyakitkan saat dia pergi,  bagaimana denganmu? Aku tak pernah siap kehilangan saat tugasku merindukanmu telah mencapai puncak tertinggi, kamu terlalu berarti bagi raga yang bernafas dengan rindu ini, bukan tak akan pernah kulepaskan, tetapi tak akan pernah kubiarkan jarak kita semakin melebar, begini saja begitu menyiksa batin ketika rindu terus kusampaikan tapi kedua raga kita tak mampu berbuat apa-apa, apalagi jika harus merelakanmu pergi lalu rindu beradu egois dengan gengsi, kumohon, tetaplah disini, pada hati ini, agar dapat terus dengan lantang kuteriakan sejuta kata rindu ini.

Ketika embun pagi tersaingi damainya suaramu setiap pagi, ketika membayangkanmu saja dapat membuatku senyum-senyum sendiri, tak perlu lagi kucari alasan mengapa itu harus kamu, mengapa bukan mereka yg terus perhatian disekitarku, aku menututp mata pada mereka meskipun tanpa pengawasanmu, kasih, percayalah disini hanya ragaku, hatiku telah lama tinggal bersamamu, serumah denganmu dan terus mananti akan tiba saatnya kamu menjemput ragaku untuk ikut tinggal.

Bukankah kamu juga memilihku dengan sejuta pertimbangan, kurasa kesetiaanku adalah harga yang pantas untuk keangkuhan setiap cinta, meski setiap malam terus menatap dalam pada bayangmu sambil mengingat hari baik kita. Biarlah aku menjadi perindu yang handal asalkan sebabnya adalah kamu.

Kamu adalah bahagiaku, tawaku, hingga damaiku, tak berjalan beriringan, tetapi mendaki puncak bahagia bersama, berharap dapat jumpa kita diatas sana, agar sekali lagi dapat kukatakan "aku mencintaimu" hingga semua pengorbanan yang terasa selama ini bukanlah apa-apa. Teruslah menjadi segalanya bagiku, setelah Tuhanku dan Keluargaku.

Kurasakan hangat pelukmu
damai tawamu
bagai debur ombak
membasuh kedua kaki ini
menyampaikan kabar
kau baik-baik saja.

Wangi semilir angin
menerpa wajahku
lalu kurasakan kecupmu
yang kau titipkan lewat angin
hingga bisikan, kasihmu
akan terus menjadi milikku.



0 Bisikan:

Posting Komentar