29 Agu 2014

Surat Untuk Mantan

Dear, May

Semalam aku dikabari oleh teman sebangku ku kala SMA dulu, katanya kamu sekarang sudah punya penggantiku May, selamat ya. Andai saling melupakan adalah sebuah lomba, kamu pemenangnya May, sedangkan aku masih berdiri di garis start, kenangan selalu menyenangkan yang pada akhirnya menyakitkan ya.

Katanya pacarmu yang sekarang juga akademi IPDN ya, bertolak belakang banget sama aku mulai dari sifat sampai sikap. Aku jadi ingat kamu setiap pagi selalu memarahiku karena sering terlambat sekolah, hingga aku duduk dibangku kuliah pun, ocehanmu selalu kudengar setiap sore lewat telepon, aku rindu suara itu, ocehan itu, katakan pada pria mu yang sekarang May, dia rugi besar jika disiplin, dia tidak dapat merasakan kasih sayang mu jika terus bangun pagi, dia tidak akan merasa kamu perhatikan jika terus bertingkah biasa. May, aku tau setiap marahmu padaku ada perhatian yang besar, ada kasih yang dalam, apa kamu bosan harus selalu marah padaku May?.

May, saat kamu baca surat ini, aku masih tetap merindukanmu sama seperti kita putuskan untuk sebatas merindu tanpa lagi bertemu. Saat kamu bersedih, kirim surat padaku, aku akan menghiburmu, aku mungkin akan datang untukmu sebagai masa lalu mu. Masih ingatkah kamu May, saat kita pertama kenal, aku yang terbata-bata berbicara denganmu, kita yang tak pernah saling berteguran saat berpapasan disekolah, apa kamu ingat permainan kita setiap malam? Siapa yang tertidur lebih dahulu, dianggap kalah dan harus menuruti semua permintaan yang menang, aku ingat pertama kali membuat permainan itu, lalu aku berpura-pura kalah, hanya sekedar ingin tahu apa keinginan terbesarmu padaku May, ternyata sepele tapi berarti bagimu, kamu hanya meminta aku tersenyum padamu saat melihatmu. Kita lakukan permainan itu hampir setiap malam, ada banyak permintaan kita yang aneh-aneh, tapi menyenangkan, aku merindukan permintaanmu yang diluar akal sehat kebanyakan orang.

Permainan itu juga yang membuat kita harus berpisah, saat kepala kita tak lagi sejalan, raga kita sudah sangat sulit bertemu, pertengkaran sering terjadi, aku hafal sifatmu yang tak mau kalah, terkadang aku yang mengalah demi kita May, 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar May, aku selalu ingin terus mempertahankanmu May, saat itu kamu selalu meminta agar hubungan kita diakhiri, tapi aku terus menolak kan May. 
" Ayo kita main, kalau kamu ketiduran dan aku menang, kita putus"
Kira-kira begitu tantanganmu yang menjadi permainan terakhir kita, aku sadar meskipun aku bertahan tak tidur hingga 2 hari, tapi hubungan kita tetap tak akan baik-baik saja, akan terus datang masalah dan alasan untukmu memutuskan pergi, asal kamu tahu May, malam itu aku mengalah, kulihat kegigihanmu hingga pukul 3 pagi, aku memutuskan untuk berpura-pura tidur, berharap semoga keputusanku adalah tepat, dan berharap ada cinta yang lebih pantas ketimbang sifat kekanak-kanakanku.

May, sudah lebih dari setahun kita tak saling memberi kabar, ini pertama kali aku menghubungimu lagi, aku disini baik-baik saja masih malas seperti jojo yang pernah kamu sayang, jika surat ini tak berbalas, kuanggap dirimu disana baik-baik saja. 

Sesampainya surat ini, yang membawa kenangan yang tak perlu kita sesali, aku mengajakmu berdamai dengan masa lalu May, surat ini juga yang sekiranya dapat membuatku berhenti dihantui perasaan bersalah, dan surat ini juga sebagai penyampai rinduku May. Maaf kalau suratku datang, maaf juga telah mengajakmu berjalan-jalan ke masa lalu, aku butuh teman berkunjung, membosankan berkunjung sendiri kesana May, kepada kenangan, kita berdamai.

Berpena, Jojo

0 Bisikan:

Posting Komentar