Satu malam saja, kantukku mengabaikan kesehatannya, harap cemas semoga saja dewi keberuntungan bertandang esok, menepuk dada yang lapang dan tak lelah tabah, mengusap air mata yang menetes pada bahagia yang disuguhkan. Satu malam saja, kantukku melupakan hakikatnya, tak ingin menyia-nyiakan musim demi musim berpisah pada tuan dan nyonya yang merawat raga dan jiwa dengan cinta.
Ingatku, kalian antar aku kekota, memastikan aku kelak akan baik-baik saja. Sesekali datang menjenguk keadaanku yang penuh akan keluhan. Lalu mendengar dongeng masa kecil yang lebih menyenangkan, saat kalian pulang, seluruh telinga desa mendengar bahwa anakmu telah menjadi calon sarjana. Hingga tahunan, hanya kabar calon sarjana yang telah menjadi berita basi.
Ibu, ayah, esok adalah hari yang kalian nanti, sebait permata yang ingin kalian dengar akan kupetik. Maaf baru sebatas ini usahaku membanggakan kalian. Tapi kelak, bahagia kalian merupakan tetes anak peluh dari peluh kalian yang telah luruh.
Hasil sidang esok, akan menjadi hadiah kecilku sebelum memulai start untuk terus membahagiakan usaha kalian hingga garis finish.
Sekaran 2015. 11 jan 04.51



0 Bisikan:
Posting Komentar